Cerpen
Rangkuman BAB III
(Cerpen)
Pengertian:
Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek yang memiliki bentuk yang sederhana dan singkat. Cerpen biasanya terdiri dari beberapa alinea atau babak yang menceritakan suatu kisah dengan fokus pada satu peristiwa atau karakter.
Ciri-ciri cerpen:
1.Ceritanya Fiktif
Ciri-ciri cerpen yang pertama, yaitu ceritanya fiktif atau tidak terjadi di dunia nyata. Dan benar saja, hampir semua cerpen menceritakan kisah yang tidak terjadi di dunia nyata, alias fiksi belaka. Sehingga jika Anda membuat sebuah cerpen, hendaknya yang tidak benar-benar ada kejadiannya di dunia nyata.
2.Berfokus Pada Satu Aspek Cerita
Berbeda dengan novel, cerita pendek biasanya berfokus pada satu aspek cerita. Contohnya, kejadian yang diceritakan adalah seorang anak yang takut pada angka 13. Nantinya dari awal hingga akhir cerita, cerpen akan menunjukkan solusi atas ketakutan anak tersebut terhadap angka 13. Sehingga Scout konflik yang terjadi tidak melebar kemana-mana.
3.Mengungkapkan Masalah Yang Terbatas Pada Hal-Hal Penting Saja
Sebuah cerita pendek bisa dikatakan lebih seperti penyampai suatu aspek cerita, sehingga nantinya hanya masalah penting saja yang disorot serta dijabarkan. Poin yang satu ini seperti poin sebelumnya, dan semakin jelas jika cerpen adalah jenis cerita yang dijabarkan secara to the point. Tidak bertele-tele, tidak terlalu banyak penjelasan, dan tidak membuat pusing pembaca.
4.Peristiwa Disajikan Dengan Cermat Dan Jelas
Sama yang telah kami beritahukan sebelumnya, cerita pendek biasanya dijelaskan dengan bahasa yang lugas dan langsung pada intinya. Selain itu, cerpen juga biasanya disajikan dengan bahasa yang cukup jelas dan mudah dimengerti. Kalimat yang bertele-tele seperti penjelasan pada novel tidak terlalu cocok diaplikasikan pada cerita.
Struktur cerpen:
• Orientasi
Orientasi berisi berisi pengenalan latar cerita, yaitu waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita pendek.
• .Komplikasi
Komplikasi merupakan urutan kejadian dalam cerita pendek. Setiap kejadian akan berhubungan dengan sebab akibat. Kejadian ini akan memunculkan konflik. Pada akhirnya, konflik akan mengarah pada klimaks, yaitu saat sebuah konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi.
• Resolusi
Pada resolusi, pengarang akan menceritakan penyelesaian dari konflik yang dialami tokoh.
Aspek kebahasaan cerpen:
1) memuat kata sifat
2) memuat kata keterangan
3) menggunakan kalimat langsung
4) bahasa yang digunakan tidak baku/formal
5) menggunakan gaya bahasa.
Jenis-jenis majas yang digunakan cerpen:
Majas Simile (Tumpang Tindih) Majas simile digunakan untuk membandingkan dua hal yang berbeda dengan kata-kata "seperti" atau "bagai".
Majas Metafora.
Majas Personifikasi.
Majas Hiperbola.
Majas Eufemisme.
Majas Ironi.
Majas Metonimi.
Majas Sinestesia.
Jenis-jenis cerpen:
• realistik
• fantasi
• misteri
• romantis.
Analisis cerpen:
- Struktural: Menganalisi unsur intrinsik seperti tema, alur, tokoh, latar, amanat
- Sosiologi: melihat bagaimana kondisi sosial mempengaruhi cerita.
- Psikologi: Menganalisi perilaku atau motivasi tokoh dalam cerita.
Contoh cerpen yang terkenal:
> "Hujan bulan Juni" oleh Sapardi Djoko Damono.
> "Cerita dari Blora" oleh Pramoedya ananta toe
Tujuan cerpen:
>Menghibur
> Memberikan pesan moral